RSS

Inventory Dan Warehouse KPI

13 Oct

Sebenarnya tulisan pertama yang ingin saya keluarkan adalah inventory management, karena inilah yang saya geluti setiap hari. Di dalam inventoy management akan menyinggung masalah System ERP yang digunakan Inco yaitu Ellipse, beserta tools inventory management yang baru saja launching di Inco yaitu inventory optimizer. Tapi karena 2 bulan terakhir, topik yang sedang heboh di inventory dan warehousing adalah KPI, untuk mengetahui seberapa bagusnya inventory dan warehousing Inco, maka saya memutuskan untuk memulai topik KPI terlebih dahulu. Ditambah lagi, module yang sedang saya pelajari Di CIPS adalah measurement performance, mengenai KPI SCM secara umum.

Sekilas tentang inventory dan warehouse
Inventory dalam bahasa indonesia bisa disebut barang persediaan. Barang-barang ini bisa berupa barang mentah, barang setengah jadi, barang jadi dan barang-barang spare part untuk keperluan maintenance. Disini yang akan saya bahas adalah inventory untuk barang-barang maintenance. Walaupun di Inco sendiri inventory tidak terbatas pada barang-barang maintenance, tapi juga management barang mentah untuk produksi nickel matte yang inventorynya tergantung pada kapasitas dan kemampuan produksi pabrik. Sedangkan untuk barang-barang maintenance, managementnya jauh lebih rumit, karena pemakaiannya tidak teratur, dan biasanya dibeli di tempat yang jauh sehingga membutuhkan waktu untuk sampai di gudang (warehouse). Inilah yang menjadikan alasan kenapa barang-barnag harus disimpan di dalam warehouse.

Key Performance Indicator
KPI atau Key Performance Indicator, adalah indikator yang digunakan satu perusahaan untuk mendefinisikan dan mengukur progres kerja. Jika satu perusahaan telah menentukan misinya, dan menentukan tujuannya (goals), diperlukan satu cara untuk melihat progress kerja tersebut. KPI adalah cara pengukuran itu.
KPI merupakan sebuah keharusan bagi satu perusahaan karena jika kita tidak bisa mengukur sesuatu, kita tidak bisa mengontrolnya, dan semua yang tidak bisa dikontrol juga tidak bisa di manage. Jadi KPI harus sesuatu yang bisa terukur, dan bisa merefleksikan kemajuan strategis perusahaan

Syarat KPI adalah :
– Terukur
– Mencerminkan goal perusahaan
– Kunci sukses perusahaan

Sebelum mulai, coba pikirkan KPI yang kamu susun untuk diri sendiri… 🙂

KPI dibikin berdasarkan kebutuhan masing-masing perusahaan. KPI sebuah sekolah bisa berupa persentase kelulusan murid-muridnya, atau bisa berupa nilai rata-rata NEM atau STTB. KPI salesman bisa berupa persentase kenaikan penjualan perbulan, atau value penjualannya. KPI procurement bisa berupa persentase item yang pembeliannya sudah di cover oleh kontrak, persentase item yang langsung ditangani vendor, waktu yang dibutuhkan untuk memproses satu permintaan pembelian oleh user, atau persentase supplier yang tepat waktu. Sedangkan KPI yang digunakan Inventory dan warehouseing secara umum adalah Turn Over, service level, dan inventory accuracy. KPI untuk diri sendiri juga tergantung pada tujuan masing-masing individu, misalnya Jumlah tabungan, atau untuk yang mau sehat, kilometer yang ditempuh tiap minggu waktu lari pagi/sore, atau mengurangi jumlah nonton Sinetron dan diganti Baca buku (bisa loooo jadi KPI…) 🙂

Berdasarkan judul, saya akan membahas KPI untuk warehouse dan inventory.
3 hal ini adalah pengukuran secara umum yang diperlukan untuk melihat performance inventory dan warehouse sebuah perusahaan.
Mari kita lihat satu persatu :
1. Turn Over.
Perhitungan sederhana turn over stock item tiap bulan adalah =
Jumlah permintaan dalam bulan tsb x 12, dibagi Nilai barang dalam bulan tsb

Turn over mencerminkan cash flow sebuah perusahaan, semakin tinggi turn over, semakin bagus cash flownya.
Contoh sederhana dari perhitungan turn over dan pengaruhnya adalah:

– jika kita asumsikan A mempunyai toko kelontong, A harus mempunyai simpanan barang-barang di tokonya jika dia ingin setiap permintaan bisa terpenuhi. Untuk mengukur turn over toko A, bisa disederhanakan sebagai berikut: jika penjualan total satu jenis buku tulis adalah 12 lusin dalam satu tahun, untuk memenuhi setiap permintaan dalam satu tahun (tidak terjadi kekurangan=stock out), maka A harus memiliki 12 lusin buku dalam satu tahun. Yang bisa dilakukan A adalah (perhitungan periode dimulai dari january):
o Pada bulan january, A membeli 12 lusin buku sekaligus dan menjual 1 lusin setiap bulannya. Jika diasumsikan harga 1 lusin buku adalah 10.000, dan keuntungan A diabaikan, maka pergerakan inventory buku ini adalah:
January: Inventory value = 12×10000
Permintaan = 1×10000
Turn over = 1×12/12=1
February : Inventory Value = 11×100000
Permintaan = 1×10000
Turn over = 1×12/11 = 1.1
Dst

– Jika waktu yang dibutuhkan A untuk mengisi kembali persediaan buku tersebut adalah 1 minggu, dan A memutuskan untuk membeli persediaan buku setiap 3 bulan sekali, maka turn over A adalh:
January : inventory value = 3×1000
Permintaan = 1×1000
Turn over = 1×12/3 = 4
Dst
Dengan cara ini, A bisa menyimpan 9×10000 cash yang dia miliki untuk dibelikan barang lain yang dibutuhkan tokonya.
Idealnya adalah, A tidak perlu melakukan penyimpanan satu buku tulis. Dalam arti, jika pembelian buku tulis dilakukan pada tanggal yang sama, A bisa melakukan permintaan pengisian persediaan stock seminggu sebelum tanggal tersebut (lead time pembelian adalah 1 minggu).

Tapi kondisi ideal ini tidak pernah terjadi, yang ada adalah, permintaan akan bervariasi baik waktu maupun jumlahnya. Dengan asumsi jumlah total permintaan dalam setahun tetap 12 lusin, permintaan bisa saja hanya terjadi satu kali dalam setahun dengan quantity 12 lusin sekaligus, atau bisa jadi pada bulan january tidak ada permintaan, february 2 lusin, maret 3 lusin, april tidak ada permintaan, dst.. Dengan kondisi seperti ini, jika A tetap ingin usahanya berjalan tanpa mengecewakan pembeli dengan stock out (kehabisan persediaan saat ada permintaan), maka cara persediaan nomor 1 adalah yang paling ideal, karena setiap permintaan bisa terpenuhi. Tapi kondisi ini tidak bagus untuk kelancaran cash flow, karena value yang tidak bergerak jumlahnya lebih banyak.

2. Kepuasan kostumer sendiri dihitung dengan KPI yang kedua, yaitu Service Level.
– Service Level adalah:
= Jumlah permintaan yang bisa dipenuhi dibagi Jumlah permintaan total x 100%

Dengan mengambil contoh kasus di atas, jika A bisa memenuhi setiap permintaan tanpa delay waktu dan dengan jumlah yang tepat, maka service levelnya adalah 100%. Jika setiap permintaan tidak bisa dipenuhi tepat waktu, maka service level adalah 0%.
Untuk mencapai service level yang tinggi, A harus menyimpan stock barang sebanyak mungkin dalam gudang, akibatnya adalah cash yang mati semakin besar dan turn over akan semakin kecil. Inventory management bertugas menyeimbangkan service level dan turn over ini. menyeimbangkan antara kepuasaan konsumer dengan jumlah finansial yang terikat dalam inventory. Dan untuk perusahaan sebesar Inco, jumlah cash yang terikat dalam inventory mencapai jutaan dollar dalam setahun. Terlebih saat ini, seperti yang diketahui dunia industry, forecasting krisis tyre akan terjadi sampai 5 tahun ke depan, dan kebijakannya adalah menumpuk tyre sebanyak mungkin di gudang, terjadi lonjakan besar-besaran di Inventory value. Menyeimbangkan turn over dan service level bukanlah hal mudah. Kerugian menyimpan inventory bukan hanya dalam segi cash flow, tapi juga biaya penyimpanan inventory itu sendiri. Semakin banyak jumlah barang, semakin banyak peralatan yang diperlukan untuk mengelolanya, semakin banyak pekerja yang digunakan untuk memanage-nya, biaya operasional juga akan semakin besar.

3. KPI yang ketiga yaitu stock Accuracy.
– Stock accuracy adalah persentase ketepatan jumlah barang yang tercatat dengan keadaan sebenarnya di dalam gudang. Ini sangat dipengaruhi oleh ketepatan input barang masuk dan barang keluar. Stock accuracy diketahui melalui stock take, dimana barang-barang dihitung secara manual di gudang dan dihitung berapa loss dan gainnya. Semakin banyak perbedaan antara yang tercatat dengan actual, semakin jelek accuracy inventory.

Perbedaan pencatatan dengan keadaan di lapangan bisa terjadi karena ketidak akuratan input ke system, atau bisa juga karena terjadi pencurian, atau untuk barang-barang kimia cair, bisa terjadi karena penguapan. Dengan jumlah item yang dimiliki Inco sejumlah lebih dari 73 ribu item, item aktif 65 ribu, yang dikelola vendor adalah 25 ribu item sehingga inco sendiri menangani kurang lebih 35 ribu item, kebayang kan susahnya ngatur. Jika yang hilang adalah bolts dan nuts aja, mungkin ga terlalu kerasa, tapi kalo yang hilang motor listrik???
Jadi, rencananya tahun depan Warehouse akan menggunakan RFID untuk menolong Stock Accuracy ini, terutama untuk tracking barang-barang gede dan mahal.

Penulis menerima Kritik dan Saran.
Diambil dari berbagai sumber

 
71 Comments

Posted by on October 13, 2006 in BOUT SCM

 

71 responses to “Inventory Dan Warehouse KPI

  1. syaeful 96

    October 13, 2006 at 7:12 am

    sudah kerja kok ya masih ngerjain yang susah-susah ya?

    heheheh.. emang kerjaannya kayak ginie mas… nyari pusing ndiri…:)

     
  2. Fitria Kurniawan

    January 12, 2007 at 7:38 am

    Ada lagi ga ya mbak?
    karena kami menangani berbagai macam jenis spare part pesawat yang jumlah tiap-tiap pesawat. Kebetulan INCO juga menggunakan jasa kami untuk rute MKS – SQR (Makassar – Soroako PP).
    Kesulitan kami adalah warehouse kami yang tidak hanya di main base, tetapi tersebar di daerah operasi di seluruh indonesia.
    Mohon saran.

    banyak sih, diskusi lewat email email aja…, biar sama-sama saling belajar

     
  3. Dian

    February 20, 2007 at 6:39 pm

    Puluhan tahun saya bekerja sebagai Materials Man, Warehousing, Materials Engineer, Inventory Control/Controller, Cataloguing, Expediting, Purchasing dll. Apa yang anda presentasikan dalam ‘Inventory Dan Warehousing KPI’ sangat menarik hati saya.
    Kebenaran logis dalam tulisan ini sangat tidak terbantah.
    Gaya bahasa presentasinya, saya kira, akan mendukung setiap pembaca dengan segera dapat memahami isi tulisan ini. “What is Inventory?”

    Do not stop…!
    You have a brilliant talent to go with, go…..!

    visit http://www.ias722contender.com
    telling you others

     
  4. Frisco

    March 28, 2007 at 11:33 pm

    Mbak Fitri, saya suka sekali membaca artikel mbak khususnya menyangkut masalah inventory ini. Perkenalkan nama saya Frisco, mahasiswa Teknik Industri UNPAR, Bandung. Kebetulan saat ini saya lagi menyusun proposal skripsi mengenai masalah implementasi Six Sigma di warehouse PT Freeport. Nah saya pengen nanya sedikit nih mbak tips untuk melakukan implementasi six sigma ini bagaimana ya? Harus mulai dari mana ya mbak? Terima kasih sebelumnya.

    Regards,

    Frisco Pratama
    PS : Kalo bisa balesnya via email aja ya (langsung ke friscyo@yahoo.com) terima kasih..

     
  5. willy mawan

    April 30, 2007 at 9:31 pm

    artikel inventory dari ibu sungguh menarik.karena kebetulan saya sedang menggali bahan tentang pengawasan thd inventory yang akan saya terapkan di tempat kerja saya ( industri kertas).
    numpang tanya apakah ibu ada menulis artikel tentang tugas dari inventory controller? termasuk jobdesnya.
    terima kasih

    bisa email saya ke fitrianit@inco.com. sebaiknya jangan ke email yahoo, karena ga saya buka setiap hari

     
  6. Widi

    June 22, 2007 at 8:27 am

    Assalamu’alaikum mbak Fitri,

    Mbak, boleh diskusi lebih jauh ttg man. inventory gak? Saat ini sy jg bekerja sebagai inventory control di power plant dan bertanggungjawab thd pengelolaan persediaan material MRO. Kami disini jg menggunakan Ellips mbak. Sy berharap bs m’dpt tips & sharing ilmu ttg apa yg mbak terapkan untuk me manage persediaan material MRO di Inco. Klo bisa, mohon langsung bales ke email sy ya mbak. Terima kasih.

    Wassalamu’alaikum,
    Widi

    boleh… ntar pakai email inco-ku aja ya… fitrianit@inco.com

     
    • Hotni

      April 15, 2013 at 2:58 pm

      ibu Fitri,
      Bagaimana KPI untuk divisi produksi, spt : mandor, operator, qc, kepala pabrik, accounting, finance dan marketing.. Apakah mereka juga harus terukur dengan KPI? Bagaimana KPI-nya? Mohon bantuannya secara detail ya, bu..

      Mohon kirim bantuan jawaban detailnya ke : s_hotni@yahoo.co.id

      Mesti ada KPI dong… biar pekerjaannya terukur dan ga sembarangan. KPI yang bisa diberikan untuk mandor (supervisor) misalnya penerapan supervisor behaviour, faktor safety, machine hours, pencapaaian target produksi, target sales, down time machine, cost, dll.

       
  7. Fitria Kurniawan

    November 5, 2007 at 8:23 am

    Assalamu’alaikum. Wr. Wb.

    Gimana kabarnya mbak Titin, sudah lama ga komunikasi lagi.
    Mbak, kenapa ga buat dan jadi moderator milis INVENTORY aja.
    Kan kita bs sama-sama sharing mengenai permasalahan yang dihadapi ditempat masing-masing serta solusi pemecahannya.
    Terima kasih.

    Wassalam.

    bagus juga kalo bikin milis, jadi bisa saling berbagi pengalaman dan berbagi ide…. aku coba nanya ke beberapa orang lagi deh, buat ngebantu jd moderator…

     
  8. rachmad

    November 27, 2007 at 10:59 pm

    Sy secara pribadi sangat membantu dengan informasi yg diberikan, unntuk menambah wawasan sy, palagi sy bergerak dalam tiap harinya mengenai barang-didalam shipyard.
    Dan sy ingin menanyakan : 1. apa yg dipersiapkan dalam stockoffname ?
    dalam setiap akhir bulan dan bagaimana penataan barang-barang terutama barang spare part ?

    thx

    Syukurlah kalau membantu… 🙂 Mengenai pertanyaannya, maksud stockoffname apa ya Mas. Karena di setiap perusahaan satu kegiatan yang sama biasanya punya istilah yang berbeda-beda. Kalau pertanyaan yang kedua, ini bisa panjang banget nih Mas. Kalau di warehouse ku, terbagi beberapa kelompok besar, barang yang attractive (menarik untuk dicuri, hehehehehe) ini dimasukkan di ruang khusus dan hanya orang tertentu yang punya kunci, barang-barang kecil yang bisa disimpan di rak dan bin, barang-barang besar yang biasanya diletakkan di open store (di ruangan terbuka). Ada juga lokasi khusus barang-barang penting dan jarang bergerak. Untuk barang-barang yang disimpan di rak dan bin sendiri, kita pernah pakai system pengelompokan berdasarkan group class (commodity), ini diterapkan saat user langsung mengambil barang ke warehouse. Kemudian waktu system pelayanan delivery berubah dimana warehouse mendeliver setiap permintaan ke user, dan user hanya boleh mengambil langsung ke warehouse jika dalam keadaan emergency, susunan barang di warehouse dirubah berdasarkan movement, ini membantu pergerakan storeman, dimana barang yang sering bergerak ditempatkan di dekat delivery bay (tempat semua barang yang akan dikirim dikumpulkan). Setiap penerapan punya kelebihan kekurangan sendiri, jadi disesuaikan dengan kebijakan dan kepentingan divisi lain juga. Semoga cukup membantu, kalau ada tulisanku yang ga jelas maksudnya apa, tanyain lagi aja… ^_^

     
  9. akhyar

    December 1, 2007 at 2:38 am

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Mbak, boleh diskusi lebih jauh nggak?,
    Kebetulan saya menangani warehouse sparepart,
    saat ini akan dilakukan pembagian sparepart ke dalam rak-rak tertentu,
    mohon saran cara paling baik untuk mengelompokkan sparepart berdasarkan kategori apa ya mbak?
    dan ada berapa macam cara pengelompokan yang bisa dipakai?
    Thank’s before
    Wassalam
    PS: Kalau bisa kirim ke email saya a_munst@yahoo.com

    Boleh koq ngajak diskusi. asalkan setuju dgn tariff perjam ku.. heheheh.. ga koq, becanda. Aku juga baru belajar, jadi bisa sama-sama tukar ilmu dan pengetahuan. Dan untuk warehouse sendiri, ilmu ku masih sangat sedikit, karena saat ini aku di bagian inventory dan catalogue, dan beberapa kali nyasar ngurusin warehouse karena berhubungan dengan divisiku. Diskusi lewat email aja ya… tapi kalau rada2 telat balas emailnya, mohon dimaklumi. ^_^

     
  10. Widhi

    February 3, 2008 at 11:12 pm

    Lam Kenal,

    Mau share masalah inventory dan KPI warehouse dllnya. Aku sendiri bekerja di bidang jasa pergudangan. kita bergerak segala macam pergudangan.kebetulan aku sendiri pernah menangani Spareparts.
    Itu aja dulu untuk pertama.

    Widhi

    Lam kenal juga.. inventory buat maintenance kadang bikin sakit kepala, ga ada ujan ga ada badai, tiba2 alatnya down. 🙂 samakah pengalaman kita?

     
  11. yama

    February 20, 2008 at 6:08 pm

    salam’alaikum mbak fitri,
    mau nanya soal KPI itu, kalau di inco apa ngga ada KPI mengenai level inventory ya ? Di tempat kerja saya ada, karena level inventory yang terlalu tinggi dianggap indikasi adanya idle inventory (atau barang yang very very slow moving). Memang kenyataannya ada barang2 yang ngendon lama di gudang sih he he. nah gimana bahasan mengenai idle inventory ini di inco mbak ? ada tips2 ngga untuk mereduksinya ? thanx a lot b4.

    Wassalam,

    Yama

     
  12. A.Sayagiri

    March 5, 2008 at 8:25 pm

    hallo , numpang baca ya
    kalo sempet,
    boleh mampir ke tempat saya di
    asayagirilogistics.blogspot.com
    asayagiri.blogspot.com

    TX,RDS
    A.Sayagiri

    Terimakasih dah lewat… ntar mampir koq di blog mu..

     
  13. ilsen

    May 5, 2008 at 11:29 pm

    hello..

    mungkin kita bisa buat mailing list ya untuk bahas masalah warehousing
    yang ingin tanyakan adalah mengenai turn over,
    apakah rumusnya :
    =jumlah permintaan dalam bulan tersebut x jumlah pemakaian dalam setahun
    kemudian dibagi dengan onhand…..

    kepuasan customer adalah service level (available material 100%), dengan time process dari sejak diminta sampe ke tangan user+cooperation

    dear Irsen, turn over itu sama dengan perputaran barang, jumlah idealnya adalah tak terhingga artinya tidak ada barang yang disimpan dalam gudang, sementara semua permintaan tetap bisa dilayani. ada beberapa rumus, salah satu rumusnya jumlah permintaan 1 bulan dikali 12 dan dibagi dengan rata-rata jumlah yang kita simpan dalam 1 tahun.
    sedangkan service level, yang lebih tepat adalah material selalu available untuk semua permintaan customer, berapapun jumlahnya, kapanpun permintaannya.
    Untuk ide mailing list, merasa belum pede dengan ilmu sendiri… mungkin perlu mengumpulkan expert-expert lain di inventory dan warehouse. 🙂

     
  14. inventory KPI

    July 24, 2008 at 8:19 pm

    Artikel yang sangat bagus.
    Punya benchmark nggak seberapa besar Service Level yang Ideal tentunya juga Seberapa kecil rasio turn over yang seharusnya.
    Tentunya antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lainnya pasti berbeda, tapi paling tidak ada nggak angka-angka yang ideal ???
    Terus bagaimana kaitannya dengan volume stock serta jumlah produksi ?, apakah juga menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan service level ?

    kalau service level, tergantung pada tingkat criticality barang, untuk barang yang sangat critical, service level harus 100% jadi tidak boleh kosong, harus selalu available. kalau kucontohkan kebutuhan sehari-hari rumah tangga adalah beras, sama garam kali ya… 🙂 kalau di pabrik, adalah barang-barang yang menyebabkan produksi berhenti secara langsung jika tidak ada. service level yang lain diukur dari criticality ini, kuberi contoh gula. jika gula habis di rumah, tidak akan berpengaruh ke daily aktifity, tapi kalau gula tsb habis selama 1 minggu, apa semua masih baik-baik saja. jadi untuk gula, kuberi service level 90%, artinya hanya boleh habis 1 kali dalam 10 permintaan. Jadi kamu bisa melihat typikal masing-masing barnag, dan tentukan berapa service level yang optimal untuk item tersebut. Untuk turn over, aku sendiri tidak tau standard perusahaan lain, nyoba nyari-nyari tapi sampai sekarnag belum ketemu.

     
  15. abi

    December 17, 2008 at 6:02 am

    punya alamat ato referensi sistem warehouse pabrik apalah gitu yang bisa diakses?

     
  16. Fitria Kurniawan

    January 8, 2009 at 8:23 pm

    Assalamu’alaikum. Wr. Wb.

    Biar diskusinya lebih enak dan ada wadahnya, dibuat milis aja deh. Bisa dimoderatori oleh mbak titin atau rekan2 lain. Smoga nanti para jagoan-jagoannya inventory ikut berpartisipasi.

    Wassalam.

    ada nih milis yahoo tentang SCM, coba aja gabung, moga bermanfaat.. 🙂 http://groups.yahoo.com/group/APICS-ID

     
  17. ngo

    January 15, 2009 at 8:20 pm

    Tks very much for your useful post.

    Other sources about KPI, I think also useful

    http://www.humanresources.hrvinet.com/human-resources-kpi/

    rgs

    sama-sama, terimakasih juga…

     
  18. pipit

    January 20, 2009 at 10:52 pm

    Saya mahasiswa di UGM semester akhir…

    rencana seh mau bikin TA ttg KPI warehouse and inventory gt di salah satu CV di solo…

    yg mau saya tanyakan tu klo dah ktmu 3 KPI di atas trus nge-link na kmn y?

    maksud saya arah pembahasannya kmn gt…

    benchmarking sama CV lain atau pembahasan deskriptif mengenai perhitungan KPI????

    mohon sarannya…

    ps: tlg bgt bls di email aja y… used_tobe_me@yahoo.com

    terimakasih

    kusaranin, sebelum mulai mencari angka tiap KPI untuk tugas akhirmu, kamu mesti nyari tau prinsip dasar setiap KPI itu dulu. Mulai dengan pertanyaan kenapa KPI ini yang diukur? kalau turun bagaimana hasilnya, kalau naik apa bagusnya? kalau jawaban dr pertanyaan ini sudah diperoleh, hubungan setiap KPI bisa ditemukan. 🙂

     
  19. lavayette

    February 4, 2009 at 10:14 pm

    Salam kenal,
    saya mahasiswa T. Industri. Sekarang lagi nyusun skripsi tentang level service. yang aku mau tanya:
    Kalo kita bahas tentang level service, hal apa yang penting bwt diperhatiin???
    Apa pengaruh level service inventory terhadap kegiatan produksi???
    Kalo boleh balas di emailku,
    d_dph@yahoo.com
    makasih sebelumnya.
    aku sangat harapkan bantuannya.

    Titin : kalo bicara tentang service level, jangan lupa memperhatikan nilai inventory. kecenderungan yang biasa ditemui adalah nilai service level meningkat tapi nilai inventory juga meningkat. Untuk pertanyaan kedua, aku bilang tergantung service level apakah yang diukur? jika service level barang-barang maintenance atau barang mentah yang akan digunakan bagian produksi, jika service level turun, artinya produksi akan terganggu. Tapi jika berbicara mengenai service level hasil produksi ke customer, secara singkat : semakin bagus service level, semakin banyak customer yang membeli, dan produksi bisa meningkat. semoga membantu…

     
  20. wong pwt

    March 5, 2009 at 8:09 pm

    Mba,numpang baca ya mba buat nambah ilmu.
    thanks . wassalamualaikum wr wb.

     
  21. amin husaini

    April 28, 2009 at 5:16 pm

    Assalamualaikum

    Wah akhirnya saya temukan juga web mbak, setelah sekian lama mencari artikel mengenai inventori, akhirnya ketemu juga. Terima kasih banyak mbak titin udah nulis ini dan amat sangat berguna buat saya. sekali lagi terima kasih.

    wassalamualaikum wr. wb

     
  22. Azmi Zamani

    May 26, 2009 at 4:15 pm

    Assalamualaikum,

    Akhirnya aku bisa menemukan blog mengenai inventori yang diasuh oleh mba fitri.
    Saya adalah seorang pemula dibidang ini, saat ini saya bekerja di perusahaan distributor cat tepatnya di kantor pusat, yang memiliki 9 cabang, posisi saya saat ini adalah mengatur semua PO yang masuk dari cabang untuk diteruskan ke Principal, maupun mengontrol stock slowmoving & bad stock.
    Untuk itu semua saya masih perlu belajar banyak dari mba Fitri, yang mungkin bisa membantu saya dalam hal tip’s / trick dalam mengatur stock level yang baik (untuk ritel), sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

    wassalamualaikum wr.wb

     
  23. Novi

    August 6, 2009 at 5:47 pm

    mba boleh minta id ymnya ? ada yang ingin saya tanyakan lebih lanjut. harap bisa add id saya ya mba.

    Ym saya : rhecidevies

     
  24. Iwan

    September 30, 2009 at 11:39 am

    Aku mau tanya misalnya dalam suatu stock barang di warehouse yang jumlah dan pemakaiannya variatif sekali gimana cara menentukan min & max stocknya terutama yang jumlah pemakaiannya jarang dan itu merupakan barang critical. gmn cara menentukan rumus penentuan min & max stock barang. Tolong variasi jmh & pemakaiannya jg disebutkan. Tolong balas lewat E-Mail saya ….yaaaaaaaa. ok….tks

     
  25. egha

    November 4, 2009 at 6:42 am

    mba,,saya egha mahasiswa Teknologi Pendidikan UNJ,,
    kebetulan sekali saya sedang membahas skripsi tentang Key Performance Indicator,,

    tapi saya kebingungan untuk melakukan evaluasi KPI saya,,
    apakah mba tahu langkah2 na seperti ap,,?

     
  26. Oktawidya

    November 5, 2009 at 11:26 am

    salam kenal.

    saya mahasiswa TI ITTELKOM…

    waktu kerja praktek beberapa bulan yang lalu, saya ditempatkan di bagian warehousing.. dan kemudian saya membuat laporan tentang analisis kinerja berdasarkan KPI pada warehouse tsb….

    yang ingin saya tanyakan, yang dimaksud dengan “loss profit” pada warehouse apa yaa?

    terimakasih mba…

     
  27. gunawan

    December 13, 2009 at 4:08 am

    ass…mbak
    saya mau tanya-tanya nih…
    di seputaran logistic….
    karena saya masih pemula….
    tugas dari store keeper dan material kontrol…..
    saya belum tahu betul tugas store keeper dan material kontrol…

     
  28. gunawan

    December 13, 2009 at 4:10 am

    e-mail saya ; gunawanbosq@yahoo.co.id
    terima kasih mbak

     
  29. hery

    May 23, 2010 at 12:02 am

    aslmkm,,

    bintang yang paling terang ketika saya masuk kedalam blog mba,
    krn kbtulan saya sedang mencari bahan2 tambahan buat tugas yg mulai saya kerjakan hari senin ini (24 mei 2010)

    salam kenal dari saya, n kebetulan perusahaan kami bergerak di Pertambangan. dan saya sendiri awalnya Maintenance Planer & sekarang sebagai Development Officer,
    Big Bos menugaskan saya kini untuk di kantor Pusat membuat suatu konsep yang memperbaiki kordinasi dan monitoring Kinerja dept. saya berpikir untuk membuat Indikators pada Departemen Maintenance, Purchasing & Logistik di kantor pusat,. hal yang memuat ini tidak menjadi terlalu mudah karna kami belum mempuyai SOP dan Form belum terreigister…
    mbak, boleh saya minta tolong rujukan bahan2 yang berkaitan untuk pembuatan Parameter KPI untuk Dept Logistik & Purchasing.
    maaf y terlalu banyak coz terlalu excited… tks

     
    • Fitriani Titin

      May 24, 2010 at 9:47 am

      Waalaikumsalam.. Syukurlah bisa membantu.. 🙂 Salam kenal juga. Untuk KPI, banyak sekali yang bisa diukur, tergantung kebutuhan masing2 perusahaan. Coba lihat di , di website ini banyak KPI yang bisa menjadi bahan rujukan dilengkapi dgn deskripsi dan formula. Lumayanlah buat bahan pertimbangan.

       
  30. zimam

    June 3, 2010 at 4:41 pm

    Assalamualaikum mba Fitriani,,

    mba saya sedang menyusun Tugas Akhir tentang warehouse dan pembuatan aplikasinya pnya info2 tentang warehouse yang sederhana ga mba…

    mohon bantuannya….Terimakasih sebelumnya…

     
  31. james

    June 5, 2010 at 11:01 pm

    mbak sy bkerja di sebuah pers swasta bergerak dibidang garment. gimana cara membuat kpi staff pergudangan kususnya operator dan bagaimana menata gudang barangnya…?

     
    • Fitriani Titin

      July 12, 2010 at 9:35 pm

      KPI untuk employee ya? biasanya KPI untuk employee adalah productivity employee. Contohnya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan 1 pekerjaan, overtime vs produksi.. banyak contoh di http://kpilibrary.com.
      tapi jangan lupa KPI mesti sejalan dengan objektif perusahaan.
      sedangkan untuk menata gudang ada beberapa hal yang perlu diketahui datanya terlebih dahulu. Pertama mengenai pergerakan barang, tentang seberapa pentingnya barang tersebut, dan hal-hal lain seperti conditional penyimpanan. Barang yang sering bergerak, sebaiknya ditempatkan di lokais yang mudah di akses, sehingga akan menambah efektifitas penyimpanan dan pengambilan. Untuk barang-barang penting dan valuable, sebaiknya disimpan di lokasi khusus yang dijaga dan mudah dipantau.
      ada 1 artikel mengenai design warehouse, http://www.wbdg.org/design/warehouse.php. tapi ini hanya memberikan gambaran general. jika di googling, bisa ditemukan juga software utk menanta warehouse, tapi saya sendiri belum pernah mencoba-nya.
      semoga membantu…

       
  32. Wandy

    June 14, 2010 at 9:49 pm

    Sebelumnya salam kenal. Kebetulan saya pernah bekerja di beberapa project dan memang ditugaskan khusus untuk pembuatan KPI. KPI’s itu harus ditentukan sendiri, yang penting harus jelas apa yang akan di ukur dan keberhasilannya dinilai darimana. Contohnya untuk Warehouse, apakah yang akan diukur adalah Ontime in Full (OTIF) atau mungkin Ontime Delivery (OTD).

    Bisa juga dengan menggunakan Scoredcard, dengan menentukan terlebih dahulu metrix-nya.

    Semoga bermanfaat… Dan kita semua belajar disini 🙂

     
    • Fitriani Titin

      July 12, 2010 at 9:08 pm

      Benar Mas Wandy, penyusunan KPI berdasarkan kebutuhan dan objektiv perusahaan. Saya sering menemukan KPI yang memiliki nama berbeda tapi isinya sama.
      terimakasih infonya, semiga sukses selalu…

       
  33. rasi rahayu

    October 1, 2010 at 12:17 pm

    asslm…mbak Fitri,

    salam kenal ya mbak…
    mau tanya ni…
    bagaimana pembuatan KPI untuk bidang inventory control ban truk?
    apa saja yang harus diperhatikan agar KPI tersebut layak dipresentrasikan dikalangan investor?

    demikian , pertanyaan saya , mohon dibantu dengan mengirim email ke saya.

     
    • ray

      November 19, 2010 at 6:29 pm

      buatlah daftar dulu ;
      1. di inventory control ban truk yang mau di ukur meliputi apa saja ?
      2. Tetapkan mandatory kriteria nilai pada item2 yang mau di ukur kinerjanya.

      setelah itu buat daftar lagi untuk melakukan analisa ;
      1. secara efisiensi tujuan pengukuran untuk apa? untuk kepentingan internal anda? atau investor?
      2. bisa dipake method Plan Do Check Action gag inventory control ban truck tsb?
      3. apakah bisa spesifik? bisa di ukur kinerjanya? apa bisa actionable? apa relevan dgn kepentingan di item 2?
      4. apa punya kerangka waktu ?

      .pada intinya KPI di dapat dari perhitungan secara objectif dari item2 diatas.

       
  34. Nurwendy

    November 22, 2010 at 12:59 pm

    Saya mau tanya kalo mau beli buku khusus mempelajari Warehouse & KPI apa ya judulnya ? dan dimana saya harus beli?

    Thx
    BUdi

     
    • Fitriani Titin

      January 25, 2011 at 11:13 pm

      Kalo benar2 dicari banyak looo.. apalagi kalo yg bahasa inggris. 😀
      Kalo bahasa indonesia memang agak terbatas, tapi bbrp yg kupunya ttg SCM dan inventory adalah Manajemen persediaan, Strategy Manajemen Pembelian dan Supply Chain, Konsep Managemen Supply Chain, dan Inventory best practice (b.inggris). Buku umum seperti Toyota way juga memberi ide2. kalo buku bhs inggris, plg enak nyari di amazon, trus lihat review pembaca, kalo buku bagus biasanya yg ngasih rekomendasi jg cukup banyak. cara lain yg bisa digunakan searching di google books dan ngintip isinya, kalo isinya menarik, baru deh beli, kalo beruntng dapat yg full review, tinggal download. hehehe
      hepi hunting buku…

       
      • saputra

        December 13, 2011 at 11:16 pm

        Mbak Fit kalau masalah software yang biasa dipakai di perusahaan gitu untuk inventory control nya apa ya mbak,atau bisa di download di alamat mana
        makasih mbak

        kalau perusahaan gede, biasa pada pakai ERP system, seperti SAP, Oracle, Ellipse. Karena mereka membutuhkan data yang terhubung dengan finance, maintenance, production, HR, dll.
        Kalau retail, biasa pakai POS (Point of Sales).
        Atau bikin sendiri pakai Excel dan Access.. ^_^

        Software inventory cukup banyak koq, sepertinya microsoft aja punya, ga pernah donlot juga sih, jadi ga terlalu paham.. ^_^

         
  35. Rannu

    November 29, 2010 at 9:41 am

    Pagi mbak Fitri,

    Saya pengen tahu lebih jauh mengenai inventory. Sekarang saya lg training di warehouse dan lg buat laporan untuk training saya tsb. Permasalahan yang ada di warehouse antara lain banyaknya barang yang menumpuk di gudang spare part. Permintaan spare part biasanya bervariasi, gak tentu waktu dan jumlahnya. Klo ada shutdown pabrik biasanya permintaan spare part besar, tp klo hari2 biasa permintaan bisa jadi tidak ada sama sekali. Rata2 spare part yg ada merupakan barang critical yg memang harus tersedia jika mendadak diperlukan bahkan sebagian besar sparepart dipesan dari luar negeri. Bagaimana penentuan jmlh pesanan yg optimal n waktu pemesanaannya mba? Apakah Turn Over Inventory tiap barang dapat digunakan untuk menentukan barang mana yg sangat berpengaruh menyebabkan ketidakefisienan perusahaan?

    Mohon sarannya Mbak….. bisa via email saya aja ya mbak….

    Thanx b4.
    ^Rannu^

     
    • Fitriani Titin

      March 25, 2011 at 10:50 pm

      Trainingnya sudah kelar ya? walo sudah kelar tp gpp ttp ku comment balik kan?
      ada yang mesti diingat tentang persediaan, yaitu barang2 yang digunakan regular. kalau shutdown, digolongkan ke kebutuhan non regular, pembeliannya khusus dan jumlah pemakaian tidak boleh dimasukkan dalam perhitungan forecast kebutuhan regular. Shut down adalah proyek terencana dengan biaya besar dan planning yang jelas. jadi biasanya jauh hari seblum shutdown dilakukan, user sudah mengetahui apa dan berapa yang dibutuhkan, dan mereka pasti punya list. kalau tidak punya, bisa bekerjasama untuk membuatnya.
      Barang2 critical yang menentukan nafas perusahaan, jika leadtime-nya panjang, mau ga mau harus di stock-kan. karena biasanya jumlah kerugian yang diderita lebih besar dari pada cost pembelian dan penyimpanan barang. yang harus dipastikan adalah semua barang2 kritikal tsbt benar2 kritikal, jadi evaluasi dan analisa-nya mesti benar. Kalau inco menggunakan jumlah kerugian jika barang tersebut tidak ada, misalnya jika item tertentu tidak tersedia, pabrik akan berhenti beroperasi dengan kerugian xxx rupiah dalam 1 hari. jumlah xxx rupiah biasanya disepakati management.

       
  36. Candra

    March 19, 2011 at 11:29 pm

    Assalamu’alaikum mbak Fitri,

    Mbak, bole minta bimbingannya?

    Gimana caranya untuk mengontrol
    1. inventory barang kecil-kecil seperti bolts.
    2. inventory bahan baku seperti kabel roll
    3. inventory bahan cair seperti oli drum
    sehubungan dengan pemakaian user dalam bentuk eceran misalnya bolts ambil 3 buah, kabel ambil 3 m,
    oli ambil 2 liter. nah saya kesulitan untuk stok opname barang yang masih tersisa di gudang.

    Sy berharap bs m’dpt tips & sharing ilmu ttg apa yg mbak terapkan untuk me manage persediaan material.

    Kalau boleh, bisa bales ke email sy ya mbak di candrairawan78@yahoo.com. Terima kasih.

    Wassalamu’alaikum,
    Candra

     
    • Fitriani Titin

      March 25, 2011 at 10:30 pm

      maksudnya mengontrol jumlah nya ya?
      Kalo kabel, bisa dilakukan dengan memberi tag yang bisa ditulis dan diberi keterangan sisa kable. aku lupa istilah teknisnya apa. tapi caranya seperti ini: Pertama kali membeli kabel, pasti sudah tau panjang keseluruhan kabel, setiap roll kabel di tempel tag/kertas tahan air yang berisi keterangan panjang kabel, dan setiap ada yang meminta, tag kabel harus langsung diganti dan diisi dengan panjang kabel setelah dipotong, dan keterangan lain jika diinginan. Jika beruntung, kabel yang dikirim dari pabrik menyertakan ukuran yang di print langsung di kabel. dengan cara ini, kita selalu mengetahui panang aktual kabel yg tersisa di dalam roll.
      Untuk bolts yang kecil2, kalo mau gampang dan tidak akurat: cari berat misalnya 50 ea bolts. setelah itu hitung berat keseluruhan bolts dan dibagi dengan berat per 50 ea. ini perhitungan kasar dan pasti-nya ga tepat. kalau mau tepat, tempatkan bolts per paket/plastik/box. Misal tiap box isi 100 ea, dan setiap saat hanya boleh membuka 1 box. tiap stock opname yang dilakukan hanya menghitung box dan menghitung sisa isi box yg terbuka. yang harus diingat adalah memastikan segel box/plastik/package tidak rusak.
      Untuk oli, sama saja, yang penting pastikan yang terbuka 1 drum di satu waktu. Untuk volume 1 drum yang sudah dibuka, kukira tidak terlalu masalah. Kalau bisa sih, satuan unit order jangan dibuat dalam satuan liter, tapi satuan drum, ini lebih gampang lagi. hehehehe

       
      • Candra

        March 25, 2011 at 11:00 pm

        Dear mbak Fitri,

        Terima kasih atas masukkannya, saya akan coba terapkan.
        Salam,

        Candra

         
  37. anthon

    June 4, 2011 at 5:08 am

    mbak, saya mau tanya misalnya dalam suatu stock barang di warehouse yang jumlah dan pemakaiannya variatif sekali gimana cara menentukan min & max stocknya terutama yang jumlah pemakaiannya jarang dan itu merupakan barang critical. gmn cara menentukan rumus penentuan min & max stock barang. Tolong variasi jmh & pemakaiannya jg disebutkan. via japri saja mbak

    barang critical ya? mmm, aku lebih suka menggunakan logika berpikir daripada menggunakan rumus statis, biar lebih tahan lama, hehe, jadi semoga logika di bawah bisa membantu.
    Pertama selain mengetahui jumlah pemakaian, ketahui juga berapa biaya yang keluar dan profit yang hilang jika barang critical ini tidak ada. misalnya jika barang critical A dan B tidak ada bisa mengkibatkan kehilangan profit sebesar masing-masing 100, tapi jika barang A bisa diorder dan tiba di pabrik dalam waktu 6 jam, sementara barang B baru bisa tiba setelah menunggu 1 minggu, maka tingkat min-max akan berbeda (stock barang B lebih banyak dari A). Atau barang A dan C, memiliki critical yang sama dan bisa dipesan dalam waktu yang sama, tapi harga barang A 100, dan barang B 5, min-max-nya juga berbeda (barang C sebaiknya langsung di stock dalam jumlah banyak, karena harganya tidak sebanding dengan kerugian jika tidak ada). yang menentukan bukan cuma ini, tapi ada juga faktor lain seperti berat dan volume, kredibilitas supplier, expired date, warehouse cost, dll.

    Barang critical yang mendapat perhatian lebih biasanya barang-barang critical yang harganya tinggi dan lead time pemesanan lama, plus pemakaian yang tidak teratur, jika kerugian yang ditimbulkan jauh lebih significant dibandingkan biaya penyimpanan, jangan ragu untuk menyimpan se optimal mungkin. di tempat-ku kerja dulu, beberapa barang digolongkan ke kategori ini, jumlahnya tak lebih dari 100 barang, tapi jika diperlukan, pesawat Fokker akan dicarter pp Singapura untuk pengadaan barang ini, atau menaikkan 3 ton besi ke pesawat biar bisa tiba di lokasi 2-3 minggu lebih cepat. Tapi, semua biaya yang dikeluarkan harus worth it, karena biaya yang keluar masih lebih kecil dibandingkan profit yang hilang selama menunggu barang critical ini datang.

    Tapi tentu saja hal-hal seperti itu tidak diharapkan, biasanya kejadian ini terjadi jika ada kejadian luar biasa di pabrik, jika semua operasional berjalan lancar dan normal, tapi tiba-tiba salah satu barang critical habis, the story end for inventory. ^_^

    Yang paling penting, selalu komunikasi dengan orang operasional/lapangan, karena sering kali pemakaian yang menurut kita tidak teratur, ternyata ada polanya, dan pola-pola ini diketahui secara tacit oleh orang lapangan.

    Semoga Membantu..

     
  38. Yohanes

    July 19, 2011 at 1:25 pm

    eh warehouse productivity itu di ukur dari apa aj seh..?

    Bisa diukur dari berapa stock cover, service level, layout yang efektif, equipment performance, jumlah dead stock, dll

     
  39. riska

    June 20, 2012 at 6:11 pm

    ada punya info tntng analisis efektivitas manajemen pergudangan gakkk?????

     
  40. Jimmy Hendrick

    September 21, 2012 at 3:14 pm

    Mbak, nama saya Jimmy bekerja di gudang spare part yg belum ada manajemennya. Untuk saat ini masih menggunakan metode pencatatan barang yg keluar/masuk secara manual kemudian diinput ke ms. excel. Saya mohon pencerahannya tentang bagaimana cara untuk mengelola gudang dengan ribuan jenis item dan bentuk laporannya seperti apa? Karena jika buatkan laporan per item maka laporannya akan sangat tebal.
    Kalau mbak bersedia menjawab via email jimmy-hendrick@hotmail.com, saya akan sangat berterima-kasih sekali

    Memang manual-nya seperti apakah? apa ada kemungkinan dibantu dengan barcode? Murni manual atau dibantu system, yang penting pencatatan pergerakan item di gudang dilakukan tanpa keterlambatan dan kesalahan input. Sistem manual sering bermasalah karena membutuhkan waktu yang lebih lama, paper work yang lebih banyak, dan faktor manusia yang kadang kurang disiplin.
    Mengenai laporan, pastikan dulu data yang dibutuhkan apa saja. Misalnya laporan item yang perlu dilakukan repalcement, laporan item yang tidak bergerak, laporan item yang memiliki value tinggi, laporan fast moving, dll..
    sementara laporan keselurhan item, hanya digunakan untuk analisa material secara kesekuruhan, misalnya untuk laporan ke finance, laporan untuk audit, dll..

     
    • Jimmy Hendrick

      September 1, 2014 at 11:44 pm

      Mbak Fitri, terima kasih atas replynya. Saat ini warehouse sudah ditangani dengan menggunakan Ms. Excell yang ternyata sangat canggih dan semua sudah mulai membaik serta sudah dibantu dengan program IMS, Inventory Management System. Setiap barang saya kategorikan berdasarkan alokasi penggunaannya dengan cara mencontek dari program IMS tersebut. Setiap transaksi tercatat dengan baik. Sukses selalu untuk kita semua. Amin

      siiiippp… mantap… Excel memang membantu sekali dan canggih, sementara penggunaan IMS ataupun system2 lain oleh perusahaan karena perusahaan memerlukan system yang data-datanya terhubung langsung dengan departemen lain, seperti maintenance dan finance. Sukses selalu yaaa…

       
  41. septireskiarati

    February 7, 2013 at 8:45 pm

    Assalamua’akum, mau mau tanya cara ngitung turn over tuh gmn ya, yg diajarin mbk diats belum ngerti, semisal kita punya data permintaan(penerimaan) dan penjualan(pengeluaran) barang spare part slama 11 bulan trus mencari turn over nya gmn mbak?

    Turn over : Jumlah pengeluaran dalam 12 bulan terakhir, dibagi rata-rata stock akhir dalam 12 bulan terakhir.
    Karena data yang digunakan 12 bulan, maka jika datanya kurang dari 12 bulan, pengeluaran bisa di konversi biar menjadi 12 bulan.
    Misalnya jika datanya 6 bulan, maka : Total pengeluaran 6 bulan x 2, dan dibagi dengan rata-rata stock akhir selama 6 bulan terakhir.

     
  42. sahar

    November 20, 2013 at 1:50 pm

    Assalamu Alaikum,
    Mau nanya bagaimana cara buat KPI untuk Warehouse BarangJadi dan Pengapalan, Kegiatan Pengapalan tergantung pada Rencana Pengapalan Marketing
    Wassalam

    Contoh KPI:
    Lead time mempersiapkan barang jadi setelah jadwal kapal diterima
    Keakuratan forecast jadwal kapal oleh marketing dibandingkan aktual jadwal kapal (bisa jadi input untuk marketing)
    Persentase jumlah aktual barang jadi yang dikapalkan/dikirim dibandingkan rencana barang jadi yang akan dikapalkan/dikirim

     
  43. hadi

    January 6, 2014 at 5:23 pm

    mba fitri, alamat emailnya apaan yahh, tolong PM yh ke syamsulhadioke@gmail.com…thanks

     
  44. isnan

    June 7, 2014 at 4:37 pm

    Mbak selain KPI warehouse apa bisa dishare lagi tulisan tentang report2 penting warehouses berkaitan dengan inventori manajemen? Kalau ada contoh/format kertas kerja mulai dari proses inbound, putaway, picking, dispatching dan format2 report bisa diemail ke saya mbak : tssjogja@gmail.com. Untuk bahan analisis bikin WMS software lokalan mbak. Matur nuwun sak derenge

    Mas Isnan, aku belum sempat buat tulisan lain nih, maap yaaa, dan ga pegang contoh kertas kerja juga, kebetulan aku bukan pencinta hard copy. Tapi contoh-contohnya bisa diperoleh dari internaet koq trus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atau VMS yang akan dibuat. Maaf ya, ga bisa membantu mengirim contoh-contoh..

     
  45. Abu Zamah

    August 30, 2014 at 10:23 am

    Bagaimana formula slow dan fast moving mbak. Mohon penjelasannya… Terima kasih

    Regards

    Abu Zamah

    Mas Abu Zamah, fast moving dan slow moving diperoleh berdasarkan pergerakan (jumlah permintaan) material, dengan menggunakan prinsip 80/20, misalnya plus minus 5 % material yang paling sering bergerak, digolongkan ke fast moving, 15 % material di bawahnya medium moving, sisanya slow moving. Setelah didapatkan batas jumlah pergerakan, sebaiknya dikukuhkan dengan kebijakan perusahaan/organisasi. Jadi perhitungan 80/20 tersebut digunakan untuk mendapatkan boundary untuk dimasukkan dalam kebijakan. Informasi fast moving slow moving ini sangat membantu saat membuat layout warehouse, menentukan stock count schedule, dan kebijakan inventory. Semoga jawabannya membantu

     
  46. Abu Zamah

    August 30, 2014 at 12:14 pm

    Dear mabk Fitri
    Saya sangat senang membaca beberapa paparan yang telah disampaikan diatas mengenai warehousing dn inventory . Saat ini saya sedang menangani gudang spare parts power plant yang sudah terlanjur menumpuk berbagai macam spare parts digudang. Dengan Kondisi seperti ini saya membutuhkan referensi atau buku yang dapat membantu menangani pekerjaan saya sekarang ini. Untuk itu bantuan mbak fitri sya harapkan agar share ilmux lewat email saya abuzamah.az@gmail.com

    Regards

    Abu Zamah.

    Material2 yang menumpuk sudah teridentifikasi jenis, jumlah, dan nilainya belum mas? Kalau sudah, pastikan semua barang masih bisa dan akan digunakan, karena kalau material sudah expired atau tidak akan digunakan lagi, sebaiknya segera dikeluarkan dari pembukuan mengikuti kebijakan perusahaan. Untuk material yang masih bisa digunakan, mas Abu mesti pinter2 nyari cara, hehehehe… tapi fokus dulu ke yang nilai dan jumlahnya paling banyak, volumenya paling gede dan yang menuh2in gudang…
    Untuk referensi, aku sendiri lebih banyak mencari info penerapan di lapangan melalui internet, bisa baca white paper, journal, thesis, milis SCM, pokoke semua sumber yang bisa. Dan disesuaikan dengan masalah yang ada. Untuk teori, selain teori dari CIPS yang dulu pernah diperoleh, nyari2 di toko buku domestik dan toko buku luar. Topik tergantung mood, dan kapan bacanya juga tergantung mood, hehehehe. 🙂

     
  47. Jimmy Hendrick

    September 1, 2014 at 11:35 pm

    Mbak fitri,
    Terima kasih atas sharing artikel ini. Saya mengalami hal yang sama dengan Bapak Abu Zamah, namun perbedaannya saya menangani sparepart dan material offshore. Mohon di share referensi, buku ataupun sarannya untuk menangani gudang yang selama ini terabaikan ini. Mohon agar dapat di share ke jimmy-hendrick@hotmail.com

    Terima kasih dan sukses selalu untuk kita semua.

    Salam

    Gudang office, onshore atau offshore, penanganan secara generalnya sama aja mas. ohya, tambahan lainnya, coding mesti benar, baik coding material, coding lokasi, kedisiplinan dalam pencatatan material keluar masuk, stock count, dan penempatan serta perlakukan masing-masing material sesuai type, biar ga rusak. Palagi kalau offshore dan ter-expose dengan udara laut plus lembab, mungkin banyak equipment dan spare part yang mesti di wrapping.

     
  48. Dian alfiana

    September 28, 2014 at 6:34 pm

    asslamualaikum mau nanya nih apa saja sih penyebab dead stock di warehouse spare part tp bkn dead stock karena rusak… mohon bantuannya…

    Waalaikum salam.. Ada beberapa penyebab dead stock. Di finish goods, bisa karena kesalahan forecast penjualan, sehingga finish goods yang sudah diproduksi menumpuk di gudang. Atau bisa juga karena kesalahan pembacaan system atau kesalahan manusia, misalnya barang dead stock dikeluarkan dari system untuk mengurangi beban inventory, dan entah bagaimana terbaca sebagai pemakaian sehingga tim produksi memproduksi finish goods yang sama lagi.
    Sementara untuk spare part, barang-barang consumables, dan sejenisnya, selain karena kesalahan forecast pemakaian, bisa karena barang yang dibeli memiliki MOQ dengan jumlah melebihi kebutuhan, atau karena informasi tidak digunakannya suatu equipment tidak mencapai tim inventory, sehingga inventory masih melakukan pembelian untuk mengganti jumlah persediaan di gudang, padahal kenyataannya equipment yang berhubuungan sudah tidak digunakan lagi.
    Mungkin masih ada penyebab lain, tapi dari pengalamanku (dan yang kepikiran saat ini) baru itu. Ntar kalau ingat lagi, jawabannya kutambah yaa.. 🙂

     
  49. Ere

    October 6, 2014 at 2:42 pm

    Salam mba Fitri..

    Ingin diskusi tentang Inventory Control, boleh diskusi via email? Jika boleh alamat email mba apa ya?

    Terima kasih mba Fitri. Salam santun.

    Email-ku fitriani_titin@yahoo.com

     
  50. itrainingutama

    December 5, 2014 at 10:27 am

    Terimakasih

     
  51. mail-ku fitriani_titin@yahoo.com

    July 24, 2015 at 3:21 pm

    asalamualaikum kawan2 saya ingin mintak tolong. bagaimana cara nak melukis draft PKI untuk store boleh ajar saya.

     
    • Harmawan

      August 18, 2015 at 11:12 am

      Assalamualaikum
      Mbak saya harmawan…sekarang kerja di logistik khusus menangani finish goods khususnya produk sabun mandi dan laundry. Kebetulan di sini byk juga jlh item material yang ada. Barang dead stock juga sangat byk sebelum saya bergabung di sini. Kemgknan krn kesalahan forecast penjualan. Saat ini saya sangat membutuhkan bantuan dari mbak untuk memberikan contoh KPI sesuai dgn gambaran yang saya paparkan. Demikian atas bantuannya saya ucapkan terima kasih. Bisa dibalas langsg ke email saya balqis_qurratuain@yahoo.com

       
  52. Dinar

    September 23, 2015 at 9:04 am

    permisi mbak, saya ingin bertanya tentang inventory accuracy.. bagaimana kita bisa mendeteksi permasalahannya? bagaimana cara menghitungnya? bagaimana kita meningkatkannya? Adakah rekomendasi buku yang bagus untuk inventory accuracy?

     
  53. denny antono himawan

    August 29, 2016 at 6:55 am

    assalamualaikum
    halo mbak fitri, tulisannya sungguh membantu saya dalam pengerjaan skripsi tentang peningkatan KPI Warehousing. saya ingin bertanya mbak jika turn over, service level, dan stock accuracy setelah dilakukan penelitian terdapat problem ataupun salah satunya diantara ketiga tersebut. langkah selanjutnya memakai metode apa ya untuk penyelesaiaannya untuk mencapai pengoptimalan? (problem masalah seperti tulisan yang mbak tulis dan penelitian saya di perusahaan pertambangan)

    tolong balas di email ini ya mbak dennyantono@gmail.com

     
  54. agus k

    October 28, 2016 at 10:01 am

    materi bagus, alhamdulilah dpt pencerahan. trims

     
  55. Pradityo Larinci

    February 13, 2017 at 11:08 am

    Terima kasih tulisannya sangat bagus Bu, saya ada kirim email ke Ibu Fitri, mohon responnya ya Bu. God bLess

     
  56. oriando.s

    February 21, 2017 at 7:27 am

    salam kenal sebelumnya mba,

    boleh mnta bantuannya mba untuk contoh KPI inventory dan warehouse ,saya jg bekerja dibidang warehouse sparepart..namun belum bisa membuat KPI warehouse dan inventory…jd kalo boleh dikirim by email mba utk contoh KPInya ke simbolon.hamm@gmail.com..thanks before mba

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: