RSS

Kreatifitas ber-Diferensiasi

23 Mar

Ceritanya nih, aku sedang menyusun final project tentang memperkuat daya saing dengan objek bisnis retail kecil yang dikelola keluarga. Sibuklah searching teori dan segala jenis model business yang ada di text book dan diterapkan oleh pebisnis-pebisnis sukses seantero jagad. Setiap kalimat yang ku ketik, otak langsung mulai menilai dan menganalisa situasi toko sekarang. Satu persatu melihat beberapa kekuatan yang mungkin dimiliki, dan banyak kekurangan yang ditemukan. Salah satu kekurangan yang langsung teridentifikasi adalah tidak adanya differensiasi yang bakal menentukan bisnis model yang akan ku bikin.

Kalau merunut teori Generic Strategies oleh bapak Business Strategy, Michael E. Porter, untuk mendapatkan posisi yang kompetitif (competitive positioning), bisa melalui 4 cara, yaitu differentiation, cost leadership, focus cost leadership dan focus differentiation. Biasanya product/service yang memilih differentiation memiliki keuntungan menjual dengan premium price karena fitur yang terdapat di produk/servis tersebut tidak dimiliki/belum dimiliki produk lain. Tapi bisnis model yang ingin ku cari adalah, regular product with fair price, but it has a uniqueness that could make customers talk about, spread it out and coming back to the shop.

Karena tanpa differensiasi, pelanggan tidak bisa membedakan produk yang satu dengan produk yang lain, tidak bisa membedakan toko retail yang ini dengan retail yang lain. Diferensiasi menjadikan customer mengeluarkan Rp.30000 untuk satu cangkir kopi di Starbuck karena Starbuck berbeda dari tempat minum kopi lain, diferensiasi membuat 7Eleven dipenuhi anak-anak muda sampai tengah malam karena berbeda dari supermarket dan minimarket lain, dan membuat J-Co berbeda dari Dunkin Donuts serta menjadi favorit. Tapi jika ini produk umum, dengan segmentasi pasar untuk menengah ke bawah, konsep toko yang gampang ditiru, banyaknya barang substitutes, mungkin sebaiknya aku menunggu hasil survey pendapat pembeli sebelum bisa memikirkan kekuatan dan mencari celah untuk berdiferensiasi.

Dan barusan saja aku melihat acara TV tentang bapak penjual “KembangTahu” yang mendiferensiasikan produknya melalui penampilan diri dia sendiri. Jadi si Bapak ini, setiap kali jualan kembang tahu keliling kota, beliau selalu menggunakan pakaian-pakaian khusus, seperti pakaian koboi lengkap dengan sepatu bot, topi lebarnya, dan pistol mainan. Kadang kala beliau memakai pakaian ABRI, pakaian polisi, kemeja rapi banget, dll. Beliau bilang, supaya pelanggan bisa membedakan dia dengan penjual lainnya.

Wah, keren banget nie si Bapak, two tumbs up!!. Beliau lulusan SD (kalo aku tidak salah ingat), dia tidak belajar dari dosen-dosen pintar seperti yang kualami, dan ku rasa ga mungkin dia pernah belajar tentang strategi management atau bisnis model atau value chain analysis, tapi dia menerapkan sesuatu yang sekarang lagi kucari-cari untuk diterapkan yang sekaligus menentukan nilai Final Project-ku. And I tell you, it’s not easy. Pokoke, salut deh dengan si Bapak.

Biar tetap semangat, yang penting jangan takut kehabisan ide untuk memberikan ciri khas pada produk dan servis yang ditawarkan.

Titin Fitriani

 
2 Comments

Posted by on March 23, 2011 in EDISI KULIAH, MY OWN

 

2 responses to “Kreatifitas ber-Diferensiasi

  1. Febie Cahyaningtyas

    March 22, 2014 at 9:31 am

    Dear Mbak Titin Fitriani,

    Saya Febie mahasiswi MBA ITB dari program Entre 4. Kebetulan saya lagi thesis dengan topik strategic business dan kebetulan setelah saya liat2, topik thesis saya mirip dengan punya Mbak Titin ini hehe. Apalagi dosen pembimbing kita sama, Pak Toha.

    Berhubung saya cari thesis Mbak Titin di perpus gak ada, boleh gak saya minta soft copy thesis Mbak Titin? Sebagai bahan perbandingan aja sih mbak.. Kalo boleh sih bab 3-4 yang ada analisisnya hehe.

    Terima kasih mbak.

     
  2. Febie Cahyaningtyas

    April 25, 2014 at 4:01 pm

    hehe jadi gimana nih maksudnya mbak? boleh nggak saya lihat thesisnya? kalau berkenan sih.. hehe makasih mbak

    Bisa… Ntar kukirim lewat email yak… semoga membantu, dan bisa dimengerti. hehehehe…

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: