RSS

Pen Drawing

22 Aug

Biasanya drawing yang kubikin hanya menggunakan pensil, jadi jika ada kesalahan, koreksinya bisa segera dilakukan. Bahkan jika kesalahan tersebut dilakukan di bagian yang sama, berulangkali, tetap bisa dilakukan koreksi walau kertasnya jadi sedikit lecet. hehehe
Sekarang, aku mulai membuat drawing menggunakan pulpen (drawing pen) dan arsiran pensil, belajar dari You tube-nya Eli Ofir, pengalaman pross pembuatannya jauh berbeda. Terutama saat harus mulai menggunakan drawing pen untuk semua outline drawing. Karena merupakan point of no return, takut untuk mulai menggoreskan walau hanya satu goresan pendek. Takut jika masih ada outline pensil yang masih salah, takut jika persepsi drawing masih belum pas, takut jika goresan drawing penku melenceng.
Jadi aku butuh waktu untuk berdamai dengan ketakutan tersebut, menerima kenyataan kalau aku memang penakut, dan mulai melakukan goresan pertama, dan langsung melakukannya dengan kesalahan. Xixixixixi…. That’s life.. 🙂

Tapi syukurlah goresan awal telah dibuat, karena seandainya saat pikiran hanya dipenuhi pertanyaan bagaimana jika masih ada garis yang salah, bagaimana jika persepsinya masih tidak sesuai, bagaimana jika goresan pulpennya melenceng….. akhirnya tidak ada satu goresan pulpen pun yang dimulai, maka drawingku ga kelar-kelar. Tidak maju, tidak bergerak. Apalagi, drawer iseng-iseng kayak aku, yang menggambar tergantung mood, ga mungkin bisa membuat sebuah drawing yang dari awal sampai akhir tidak mengalami cacat or salah-salah gores. Tiba-tiba aja ada goresan yang melewati batasnya, ada aja goresan yang tidak sesuai, ada aja goresan yang kurang pas. 😀

Old House-Eli Course

Tapi selama proses menyelesaikan drawing tersebut, aku bisa melakukan adjustment demi adjustment hingga drawing-nya kelar dan selesai dan menutupi semua kesalahan yang dilakukan dalam proses tersebut. Bahkan kadang kesalahan tersebut bisa dirubah menjadi poin yang membuat drawing tersebut menjadi lebih indah. Memang butuh tools tambahan seperti white pen dan electric eraser, tapi hasil akhirnya lumayan laaaahh… mengingat pengerjaan Mickey mouse hanya beberapa jam, dan old house beberapa hari.

Mickey Mouse

Leasson learn-nya, jangan takut memulai walau berada di point of no return, jangan lupakan kesalahan dan kekurangan yang dibuat, tapi diingat-ingat dan lakukan adjustment dan correction, kemudian membuat semuanya menjadi lebih baik. Pada akhirnya, seperti sebuah gambar yang indah, hidup juga mesti indah, karena hidup hanya sementara, dan setiap moment musti dinikamtin dan disyukuri.

 
Leave a comment

Posted by on August 22, 2014 in MY OWN

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: