RSS

Tag Archives: Kopi

The Miracle of Caffein

20140501-163240.jpg

The miracle of caffein ini merupakan judul buku yang sekilas terlihat langsung kubeli tanpa melihat isinya terlebih dahulu. hehehehe… Sebagai pengkonsumsi kopi yang sempat berpikir untuk mengurangi jumlah konsumsi kopi, karena katanya tidak baik untuk kesehatan, buku ini benar-benar pemberi alasan yang sangat baik untuk tetap minum kopi. Bayangkan nih, di bagian belakang buku, terdapat list manfaat kafein (yang banyak terdapat pada kopi dan teh) berdasarkan penelitian terbaru yaitu :

– Antioksidan yang hebat, memulihkan kerusakan otot, dan membuat awet muda

– Melejitkan IQ serta daya pikir, daya ingat, dan kemampuan menyelesaikan masalah

– Meningkatkan konsentrasi dan melenyapkan kebosanan

–  Memperbaiki suasana hati dan menghilangkan depresi, menciptakan perilaku sukses

– Menggenjot kemampuan berlari, berenang dan bersepeda lebih cepat dan lama

– Menghilangkan rasa sakit

– Mengatasi akibat buruk jet lag

Belum kalau membaca isi buku, list manfaat kafein-nya makin banyak, tapi ada syarat dan ketentuannya. Syaratnya hanyalah mengkonsumsinya dalam dosis kecil hingga sedang sesuai dengan kebutuhan individu. Salah satu cara mengetahui apakah dosis kafein cukup atau berlebih, adalah dengan memperhatikan pola tidur, jika seseorang mengalami kesulitan tidur karena kafein, maka dosis kaffein harus dikurangi. Tapi kalau sepertiku yang matanya tetap ngantuk walaupun satu cangkir black coffee atau 1 bungkus coffeemix baru saja kuhabiskan, berarti masih dalam rentang yang bagus. Tapi tetap jangan banyak-banyak, karena efek kafein berbentuk seperti huruf U terbalik, artinya jika diminum dalam jumlah sedikit, manfaatnya minimal, jika diminum dalam jumlah lebih banyak, manfaatnya lebih besar, tapi jika diminum lebih banyak lagi justru hanya akan menurunkan manfaat tersebut. Dan juga  karena setap minum kopi, akan ada gula yang dikonsumsi, dan kebanyakan gula bisa menyebabkan diabetes. Atau mungkin bisa kuganti dengan minum black coffe memakai gula rendah kalori. Mmmmmm…. boljug…
Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on May 1, 2014 in COFFEEDICTED

 

Tags: , ,

Coffee Lover To Be

Selama ini…
Pengetahuanku tentang jenis-jenis biji kopi, none
Pengetahuanku tentang pengolahan kopi, none
Pengalamanku mengolah biji kopi, none
Kemampuanku membedakan rasa kopi, none
Benar-benar belum termasuk dalam coffee lovers, baru sekedar Penikmat Kopi. 😛

Ilmu pertama perkopian kudapatkan dari pemilik Kopi Aroma Bandung, bapak Widyapratama. Ini terjadi sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu, dari beliau aku tahu bedanya kopi Arabika dan Kopi Robusta, aku tahu bagaimana cara menyeduh kopi yang benar, aku tahu kalau ternyata setelah dikeringksn, biji kopi harus disimpan terlebih dahulu (layaknya minuman anggur) untuk mendapatkan rasa yang lebih enak, untuk mengurangi kadar asam dan mengurangi efek negatif terhadap lambung, dan aku tahu kalau setelah digiling, kopi harus segera dikonsumsi karena rasanya bisa berkurang seiring waktu. Ok, I listen to all the information to improve the taste of my coffee, tidak diragukan lagi kalau si Bapak memang ahli kopi, sangat mengenal dan sangat mencintai kopi, saat berbicara dengan beliau, kita seakan-akan tenggelam dalam dunia kopi yang sangat mengagumkan, dan the good news is rasa kopi-nya memang jadi lebih baik. ^_^ Sampai sekarang aku belum pernah berkunjung kesana lagi, karena selalu nitip beli ke kakak yang tinggal di Cimahi.

My Coffeedicted’s Journey, so far…
Kopi Tubruk. Sejauh ini, yang aku ketahui tentang kopi tubruk tidak terlalu banyak. Setiap orang punya cara pembuatan dan standar sendiri. Jadi aku sharing apa yang kuketahui dan lakukan saja, semoga benar dan tidak menyesatkan. hehehehe… Membuat kopi tubruk bisa dengan cara dididihkan atau dengan diseduh. Cara diseduh (bubuk kopi disiram dengan air panas, dibiarkan mengendap, disajikan tanpa disaring) bukanlah cara yang meng-international, jadi kubilang saja kopi ala Indonesia. Cara pembuatan kopi tubruk kemungkinan diperoleh dari pedagang Timur Tengah dengan istilah “mud coffee”. Karena setelah didiamkan, endapan di bagian bawah cangkir terlihat seperti lumpur. Cara membuatnya sangat sederhana, setelah bubuk kopi dimasukkan ke cangkir, seduh/siram dengan air panas, ini wanti-wanti dari pak Widya. Waktu itu aku tidak terlalu mengerti dengan wanti-wanti si Bapak, tapi ternyata setelah baca-baca literature, air panas yang dimaksud (yang tidak sama dengan air hangat, dan tidak sama dengan air mendidih) adalah air dengan suhu sekitar 92-96 derajat celcius. Jika air terlalu panas, aroma kopi akan berkurang, sedangkan jika airnya kurang panas, sebagian bubuk kopi yang “belum matang” akan mengapung di permukaan kopi. Jadi sebaiknya jangan membuat kopi dari air dispenser. Kopi diaduk sebentar, biasanya akan terbentuk busa tipis di permukaan kopi, setelah itu bisa ditambahkan gula sesuai selera. Kalau cara dididihkan, Read the rest of this entry »

 
4 Comments

Posted by on April 18, 2011 in COFFEEDICTED, MY OWN

 

Tags: , , , ,