RSS

Tag Archives: Mud coffee

Coffee Lover To Be

Selama ini…
Pengetahuanku tentang jenis-jenis biji kopi, none
Pengetahuanku tentang pengolahan kopi, none
Pengalamanku mengolah biji kopi, none
Kemampuanku membedakan rasa kopi, none
Benar-benar belum termasuk dalam coffee lovers, baru sekedar Penikmat Kopi. 😛

Ilmu pertama perkopian kudapatkan dari pemilik Kopi Aroma Bandung, bapak Widyapratama. Ini terjadi sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu, dari beliau aku tahu bedanya kopi Arabika dan Kopi Robusta, aku tahu bagaimana cara menyeduh kopi yang benar, aku tahu kalau ternyata setelah dikeringksn, biji kopi harus disimpan terlebih dahulu (layaknya minuman anggur) untuk mendapatkan rasa yang lebih enak, untuk mengurangi kadar asam dan mengurangi efek negatif terhadap lambung, dan aku tahu kalau setelah digiling, kopi harus segera dikonsumsi karena rasanya bisa berkurang seiring waktu. Ok, I listen to all the information to improve the taste of my coffee, tidak diragukan lagi kalau si Bapak memang ahli kopi, sangat mengenal dan sangat mencintai kopi, saat berbicara dengan beliau, kita seakan-akan tenggelam dalam dunia kopi yang sangat mengagumkan, dan the good news is rasa kopi-nya memang jadi lebih baik. ^_^ Sampai sekarang aku belum pernah berkunjung kesana lagi, karena selalu nitip beli ke kakak yang tinggal di Cimahi.

My Coffeedicted’s Journey, so far…
Kopi Tubruk. Sejauh ini, yang aku ketahui tentang kopi tubruk tidak terlalu banyak. Setiap orang punya cara pembuatan dan standar sendiri. Jadi aku sharing apa yang kuketahui dan lakukan saja, semoga benar dan tidak menyesatkan. hehehehe… Membuat kopi tubruk bisa dengan cara dididihkan atau dengan diseduh. Cara diseduh (bubuk kopi disiram dengan air panas, dibiarkan mengendap, disajikan tanpa disaring) bukanlah cara yang meng-international, jadi kubilang saja kopi ala Indonesia. Cara pembuatan kopi tubruk kemungkinan diperoleh dari pedagang Timur Tengah dengan istilah “mud coffee”. Karena setelah didiamkan, endapan di bagian bawah cangkir terlihat seperti lumpur. Cara membuatnya sangat sederhana, setelah bubuk kopi dimasukkan ke cangkir, seduh/siram dengan air panas, ini wanti-wanti dari pak Widya. Waktu itu aku tidak terlalu mengerti dengan wanti-wanti si Bapak, tapi ternyata setelah baca-baca literature, air panas yang dimaksud (yang tidak sama dengan air hangat, dan tidak sama dengan air mendidih) adalah air dengan suhu sekitar 92-96 derajat celcius. Jika air terlalu panas, aroma kopi akan berkurang, sedangkan jika airnya kurang panas, sebagian bubuk kopi yang “belum matang” akan mengapung di permukaan kopi. Jadi sebaiknya jangan membuat kopi dari air dispenser. Kopi diaduk sebentar, biasanya akan terbentuk busa tipis di permukaan kopi, setelah itu bisa ditambahkan gula sesuai selera. Kalau cara dididihkan, Read the rest of this entry »

 
4 Comments

Posted by on April 18, 2011 in COFFEEDICTED, MY OWN

 

Tags: , , , ,